Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Halo Sobat All In One!

Banyak sekali tindak penipuan atau money game yang sering kita dengar dan sampai sekarang dan masih memakan korban, tanpa disadari kegiatan ini sangatlah merugikan keuangan masyarakat yang belum memahami bagaimana sistem ini berjalan, tidak heran bila banyak pemberitaan penipuan yang marak terjadi di kalangan masyarakat. Korban berjatuhan dari segala kalangan, mulai dari orang kota sampai orang pedesaan.

Keberadaan penipuan jenis ini lebih mudah penyebarannya terlebih dengan kehadiran teknologi modern dan internet.

Pada dasarnya yang mereka inginkan adalah suatu investasi yang menguntungkan, investasi adalah kegiatan penanaman modal.

Investasi merupakan sebuah usaha penanaman modal dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan. Orang yang melakukan investasi disebut dengan investor.

Bisa disebut juga investasi seperti halnya seseorang yang bersedia untuk meminjamkan/menitipkan uang atau sumber daya dalam nilai tertentu dengan harapan dapat memperoleh keuntungan dikemudian hari.

Perlu diketahui bahwa investasi tidak selamanya dapat memperoleh keuntungan, namun juga dalam investasi terdapat investasi yang merugikan, di bawah ini akan kami jelaskan beberapa skema investasi yang merugikan agar para pembaca dapat terhindar dari skema-skema yang merugikan ini :

1.  1. Investasi Skema Piramida

      Ilustrasi :



Ponzi adalah kegiatan pengumpulan dana/modal yang diberikan oleh masyarakat dengan dijanjikan keuntungan yang tinggi, jauh melebihi keuntungan investasi normal pada waktu singkat. Bisnis bodong Ponzi ini biasanya dijalankan dengan merekrut anggota-anggota baru baik melalui referral (undangan) ataupun secara langsung sehingga ada yang yang tetap mengalir masuk. Uang tersebut tidaklah diputar dalam bisnis tertentu, tetapi digunakan untuk membayar anggota yang telah terdaftar terlebih dahulu.

Perlu difahami bahwa ciri-ciri dari skema ponzi adalah sebagai berikut:

a.      Menjanjikan keuntungan yang besar melebihi keuntungan investasi pada umumnya.

b.     Adanya sistem referral karena mereka membutuhkan banyak anggota baru setiap harinya.

c.      Biasanya bisnis ini tidak memiliki alur uang yang jelas atau alur pendapatan jelas.

2. Investasi Skema Piramida

Ilustrasi :


Skema piramida pada dasarnya mirip seperti skema ponzi dan mirip seperti MLM (Multilevel Marketing), yang dimana mengumpulkan uang dari masyarakat melalui rekruitmen member baru secara turun menurun. Namun dalam skema ini lebih sering disamarkan dalam bentuk jual beli barang atau jasa. Barang yang diperjual belikan biasanya lebih mahal dari harga seharusnya, bahkan terkadang barang-barang tersebut pada dasarnya tidak bermanfaat sama sekali alias barang sampah, dan barangnya belum tentu laku dijual jika dengan cara normal. Untuk memastikan uang terus masuk, skema piramida ini juga mewajibkan anggotanya untuk melakukan pembelian bulanan dalam jumlah banyak, jauh melebihi kemampuan dari anggota untuk menjualnya kembali.

Berikut adalah ciri-ciri dari skema piramida :

a.      Menjanjikan keuntungan yang besar melebihi keuntungan investasi pada umumnya.

b.     Mengharuskan anggotanya untuk merekrut anggota baru dengan sistem referral.

c.      Mewajibkan anggotanya untuk melakukan pembelian rutin yang diluar kemampuan anggota tersebut.

d.     Dalam pengenalannya, jenis investasi ini lebih sering membicarakan tentang uang dan keuntungan, ketimbang membicarakan tentang manfaat dari barang yang mereka tawarkan.

Karena minimnya perhatian penegak hukum tentang pemberantasan penipuan seperti ini, oleh karena itu kita harus lebih waspada dan harus berhati-hati agar tidak terkena penipuan seperti ini bagaimanapun modus atau jenisnya.

Cara untuk menghindari jenis investasi dengan skema ini :

  • 1.     Hindari investasi yang menawarkan janji keuntungan tinggi dengan waktu singkat.
  • 2.     Apabila terdapat sistem referral maka perlu diwaspadai bahwa investasi tersebut bodong, namun tidak semua.
  • 3.     Jika alur uang tidak jelas, maka hindari investasi seperti itu.
  • 4.     Perhatikan data-data perusahaan atau penyedia investasi tersebut, apabila ada kejanggalan seperti tidak lengkap atau tidak jelasnya alamat pemilik dan identitas perusahaan, maka perlu diwaspadai.
  • 5.     Lebih teliti dan mempelajari seperti apa sistem investasi yang akan kita ikuti.

Semoga dengan adanya literasi ini, kita lebih waspada agar tidak tertipu dengan jenis penipuan apapun, semoga tulisan ini bisa bermanfaat.


ditulis oleh : F

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh